Benigno Aquino Mantan Presiden Filipina Meninggal Dunia Pada Usia 61 Tahun

Manila seperti dilaporkan media pemerintah.

Dikenal dengan panggilan "Noynoy", Benigno merupakan Presiden Filipina ke-15, menjabat dari 2010 sampai 2016 menyusul kematian ibunya, mantan presiden dan ikon demokrasi Corazon Aquino.

Dilaporkan Philippine News Agency, Benigno meninggal di Capitol Medical Facility dekat ibu kota Manila, menambahkan keluarganya akan segera merilis pernyataan resmi.

Hakim Mahkamah Agung, Marvic Leonen, yang ditunjuk Benigno pada 2012, membenarkan kematian tersebut dalam sebuah pernyataan.

"Dengan kesedihan mendalam saya mengetahui wafatnya mantan Presiden Benigno S Aquino pagi ini," jelasnya, dikutip dari CNN, Kamis (24/6).

"Sebuah kehormatan menjabat bersamanya, dia akan dirindukan."

Benigno Aquino bekerja di perusahaan gula keluarga sebelum terjun ke politik pada 1998. Dia menjabat tiga periode sebagai anggota Kongres di DPR sebelum menjadi senator pada 2007.

Dia satu-satunya putra dari ikon demokrasi Senator Benigno "Ninoy" Aquino dan mantan Presiden Corazon. Ayahnya, seorang senator yang melawan kekuasaan diktator Ferdinand Marcos, dibunuh pada 1983 saat kembali ke negaranya dari pelarian di AS.

Pembunuhan itu mengejutkan satu negara dan mendorong tergulingnya Marcos dari kursi presiden dalam revolusi "Kekuatan Rakyat" 1986. Pada 1987, saat ibunya menjadi presiden, pemberontak menyerang kediamannya di Istana Malacanang di Manila, dan lolos dari kematian. Tiga dari pengawalnya tewas, dan Benigno terkena lima peluru - salah satunya masih tertanam di lehernya.

Ibunya, yang meninggal pada 2009, menjabat sebagai presiden dari 1986 sampai 1992.

Sebulan setelah kematian ibunya, Benigno mengumumkan maju sebagai presiden, mengatakan pendukung ibunya mendesaknya untuk ikut bertarung dan melanjutkan perjuangan yang dimulai orang tuanya untuk mempromosikan demokrasi di Filipina. Dia menang telak dalam pemilu 2010.

Penghormatan kepada mendiang Benigno mengalir pada Kamis.

Legislator Imee Marcos, putri Ferdinand Marcos menyampaikan "belasungkawa yang tulus" melalui akun Facebook resminya.

"Saya akan selalu menghargai kenangan tahun-tahun panjang kami bersama sebagai legislator baru dan anggota oposisi kecil. Di luar politik dan banyak kepahitan publik, saya mengenal Noynoy sebagai jiwa yang baik dan sederhana. Dia akan sangat dirindukan," katanya.

Presiden Senat Filipina Vicente Sotto III mengatakan kepada wartawan, "Tidak peduli apa keberpihakan politik Anda, ketika seorang mantan presiden meninggal, negara berduka. Kematiannya membuat kita semua kehilangan. Belasungkawa yang tulus dari Senat dan keluarga saya."

Menteri Luar Negeri Teddy Locsin, Jr. mengatakan di akun Twitter resminya, Benigno "memerintah negara kita dengan sikap dingin yang membingungkan tetapi hanya karena dia menyembunyikan perasaannya dengan sangat baik sehingga dianggap tidak berperasaan.

Saya mohon saudara perempuannya untuk mengizinkan saya memberi penghormatan untuk berbagi kesedihan dengan mereka. Dia tidak menyukai saya, tetapi saya tidak dapat memaksa diri saya untuk tidak mengaguminya."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bagi Anda yang Ingin Tahun Baruan di Yogyakarta Tepatnya di Daerah Malioboro, Perhatikan Aturan Baru ini

Pentagon Buat Kantor Baru Khusus Cari UFO, Serius Buru Alien

Densus 88 Berhasil Menangkap 3 Terduga Teroris di Sampit dan Palangka Raya